Manajemen Rekod Aktif
Wednesday, 3 April 2013
MANAJEMEN REKOD AKTIF
(Bahan ini diberikan untuk membantu mahasiswa dalam rangka ujian tengah semester mata kuliah sistem pemberkasan. Lebih rinci pelajari materi yang difotokopi dengan judul Information and Image Management : a records systems approach, ch. 5 dan 6, hal 100- 169. Harap dipelajari karena soal uts dari bahan fotokopi tersebut).
Pengertian arsip/rekod
Rekod dan arsip diciptakan oleh semua
orang dan institusi. Individu, keluarga, bisnis, asosiasi dan kelompok, partai
politik dan pemerintah semua menciptakan arsip/rekod setiap hari. Arsip yang
tercipta oleh lembaga pemerintah atau institusi lain dalam pemerintah umumnya
atau secara khusus dikenal sebagai ’arsip pemerintah’ pengelolaannya harus
diatur oleh peraturan, yang ditentukan bagaimana mereka diolah melalui daur
hidupnya.
Arsip pemerintah adalah arsip yang
diciptakan atau diterima dan dipelihara oleh sektor pemerintah. Arsip swasta:
arsip yang diciptakan, diterima dan dipelihara oleh sektor non pemerintah,
keluarga atau individu berkaitan dengan pemerintah maupun swasta.Adalah bahwa
tanggung jawab utama pemerintah adalah peduli terhadap rekodnya sendiri,
khususnya bila rekod dibutuhkan untuk administrasi untuk layanan pemerintah.
Sistem pemberkasan (filing system)
dan skema klasifikasi
Pemberkasan adalah satu tugas pekerjaan
penting di setiap kantor. Bila rekod yang benar tidak disimpan dan diberkaskan
maka mereka dapat diketemukan ketika dibituhkan, kemudian dia melayani fungsi
yang tidak berguna. Pemberkasan dapat secara ekstrim tugas yang kompleks dengan
system intrik. Sistem pemberkasan dapat langsung dan tidak langsung dan
membutuhkan campurtangan indeks untuk pengaksesan. Apapun sistem pemberkasan
yang anda pilih atau sistem yang diadopsi dari intitusi anda, ada dua hal
penting yang perlu diingat, yaitu :
Pertama, sitem pemberkasan sederhana adalah
yang mudah digunakan dan dipahami, yang penting sistem tersebut dapat memenuhi
jangka panjang. Kesederhanaan sistem
pemberkasan mengorbankan kekhususan atau ketepatan, tetapi lebih meningkatkan
kemudahan dan kecepatan penggunaan.
Prinsip kedua, adalah rekod yang
diberkaskan dalam skema yaitu yang membantu anda kemudahan untuk mencarinya.
Bentuk pernyataan sederhana adalah ’berkas untuk penelusuran’. Sebagai contoh,
jangan memberkaskan invoice berdasarkan nomor invoice bila mencarinya
berdasarkan nama vendor. Tidak ada skema pemberkasan tunggal yang terbaik untuk
setiap kantor. Bahkan mungkin tidak ada sistem yang satu ntuk setiap series
rekod dalam satu kantor. Sebagai contoh : unit kerja keuangan akan menggunakan
sistem berbeda dengan unit kerja kepegawaian.
Jadi satu yang penting dan diingat, bahwa
sistem pemberkasan sederhana dan yang mudah diingat dan digunakan, banyak orang
yang akan menggunakannya dan lebih mudah untuk menjelaskan kepada petugasnya.
Lebih penting lagi bahwa, satu yang harus diingat sistem pemberkasan yang
diadopsi atau dibuat memungkinkan untuk memberkaskan rekod secara efisien dan
efektif dalam penemuan kembali rekod. Dengan kata lain, agar persyaratan rekod
yang lengkap dan akurat terpenuhi maka organisasi harus membangun sistem
pemberkasan agar rekod dapat dicari dan
diketemukan kembali sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Definisi berkas (file), sebuah berkas merujuk kepada unit fisik dari kandungan
informasi dalam sebuah kertas atau elektronik. Rekod yang besatu dalam berkas
untuk mengembangkan keteraksesan dan identifikasi. Tujuan sebuah berkas, berkas
yang diciptakan dan tercakup dalam system pemberkasan adalah untuk memberikan
bukti formal dari transaksi kegiatan atau sebuah organisasi. Mereka mempunyai
tujuan adalah untuk menangkap, memelihara dan memberikan akses bukti kegiatan
setiap waktu dalam rangka praktek pertanggungjawaban dan praktek kegiatan.
Pengembangan sistem
pemberkasan yang logis untuk mempercepat dan kecepatan system pemberkasan,
penelusuran informasi yang cepat, meningkatkan perlindungan informasi dan
meningkatkan stabilitas administrative, kelangsungan dan efisien.
Filing system menurut Kennedy (1998)
adalah sistem penyimpanan dan penemuan kembali informasi yang terdiri dari
aspek sistem seperti : lokasi fisik, metode klasifikasi dan pengideksan,
pengaturan dan penataan berkas, prosedur pemberkasan, peralatan dan
perlengkapan, pelacakan berkas, teknologi yang digunakan dalam implementasi
sistem.
Sementara itu filing system, ICA
mendefinisikan sebagai suatu rencana klasifikasi untuk pengaturan fisik rekod, penyimpanan dan
penemuan kembali file, biasanya diidentifikasi dengan simbol yang menggunakan
abjad, nomer atau kombinasi. Berdasarkan hal tersebut di atas dapat disimpulkan
bahwa pengertian klasifikasi mempunyai kesamaan dengan filing sistem. Dalam
materi klasifikasi disinin titik berat bukan pada praktek memberkaskan rekod
tetapi lebih kepada memilih sistem klasifikasi/filing yang sesuai dengan
ukuran/jenis perusahaan/lembaga, volume rekod dan tipe arsip yang disimpan.
Pemberkasan rekod/arsip
Badan korporasi menciptakan dan menerima rekod
sebagai bagian kegiatannya. Rekod yang diciptakan maupun yang diterima harus
disusun, disimpan untuk ditemu balik kemudian digunakan oleh pemakai.
Penyimpanan ini memerlukan sebuah sistem tersendiri. Untuk menyusun rekdo, kita
memerlukan sistem pemberkasan, arstinya penyusunan arsip dinamis secara
sistematis, logis yang menggunakan angka, huruf, kombinasi angka dan huruf
untuk identifikasi rekod.
Rancangan sistem pemberkasan adalah merupakan
perkiraan dan penentuan kebutuhan di dalam rangka implementasi penyimpanan
berkas. Fungsi dari rancangan pemberkasan ini adalah untul: 1) menentukan
sistem pemberkasan untuk seluruh subyek/masalah yang terdapat dalam skema
kalsifikasi, 2) menentukan susunan pemberkasan rekod untuk setiap kelompok
rekod, mulai dari tingkatan dokumen, subfile, file dan series. Semua ini
merupakandasar untuk melakukan pemberkasan, penataan dan penyimpanan serta temu
kembali rekod.
Sistem pemberkasan ini merupakan jantung dari
kegiatan penyimpanan dan temu kembali informasi. Faktor yang harus diperhatikan
dalam menentukan sistem pemberkasan adalah :1) menetukan rekod, 2) menentukan
bidang-bidang kegiatan organisasi, 3) menentukan karakteristik organisasi.
Terdapat beberapa pandangan tentang macam metode
pemberkasan, Seperti Kennedy (1998:169-171) menyatakan secara garis besar
pemberkasan menggunakan sistem numerik dan sistem abjad. Sulistyo (1999:93)
menyatakan terdapat sistem utama pemberkasan rekod, yaitu abjad numerik
klasifikasi, kronologis dan warna. Menurut Gunarto (1991:19), Ann Bennick
(1989) dalam ARMA, dan Martono (1990:22) dari metode pemberkasan yang ada
secara garis besar pemberkasan digolongkan ke dalam tiga jenis yaitu sistem numerik/angka, sistem abjad dan
sistem subyek?
Sistem pemberkasan yang disebutkan di atas
merupakan pengolahan rekod yang tercetak atau konvensional. Dewasa ini telah
banyak kantor menggunakan media elektronik untuk manajemen rekodnya. Agus
Sugiarto (2005:122) mengatakan ’dengan menggunakan media elektronik diharapkan
akan membantu pihak pengelola arsip untuk dapat mengelola dokumen dengan baik
dalam hal penyimpanan, pengolahan, pendistribusian, dan perawatan dokumen.
Lebih lanjut Agus Sugiarto (2005:123) mengatakan penggunaan media elektronik
dalam pengelolaan arsip inilah yang sering disebut dengan sistem pengarsipan
elektronik yang berbasiskan dengan penggunaan komputer.
Terdapat 5 (lima) sistem utama pemberkasan rekod ialah
1) abjad; 2) numerik; 3) klasifikasi; 4) kronologis dan 5) warna. Susunan abjad
masih dapat diperluas lagi menurut abjad nama, abjad geografi dan abjad subyek.
Beberapa sistem dapat dikombinasikan menjadi sistem campuran, mislanya abjad dengan
numerik dikenal sebagai sistem alfanumerik atau abjad geografi ditambah dengan
abjad nama orang ataupun abjad dikombinasikan dengan warna. (Sulistyo Basuki,
2003:75).
a. Sistem Numerik
Sistem ini menggunakan
nomor, atas dasar urutan angka/nomor, biasanya dari angka terkecil ke angka
terbesar. Pemberkasan urut angka merupakan sistem yang paling sederhana. Rekod
diatur berdasarkan urutan angka seperto 01, 02, 03, 04 dan seterusnya. Sistem
ini umumnya digunakan untuk penyimpanan cek, slip pembayaran, rekod personil,
pasien dan semua tipe rekod yang memiliki nomor tertentu dan menandai dokumen
bersangkutan. Sistem urutan angka hanya efektif jika rekodnya tidak melebihi
5000 berkas. Jika lebih dari itu akan mengalami kesulitan. Karena akan memakan
waktu jika memberkaskan dengan jumlah lebih dari 4 angka (martono, 1990:23).
Susunan rekod personal seperti rekod pasien, kepegawaian dapat digabungkan
dengan indeks nama pemilik nomor bersangkutan. Untuk memudahkan penemuan
kembali, setiap 25 folder ditempatkan guide baru sebagai pembatas. Pada
perkembangan ada nomor tidak berurut yaitu penyusunan yang dilakukan dengan
cara tertentu, tanpa memperhatikan urutan penomoran seperti pada umumnya.
Aturan ini hanya diketahui oleh filer atau orang tertentu saja, seperti sistem
terminal – digit (angka terakhir) , middle – digit (angka tengah) dan urutan
tanggal.
b. Sistem berabjad
Sistem ini merupakan sistem atas dasar abjjad,
yaitu dengan menggunakan urutan abjad nama orang, organisasi, nama subyek, atau
nama lokasi geografi. Pemberkasan atas dasar sistem abjad merupakan sistem yang
paling tua dan paling sederhana. Rekod yang diatur berdasarkan sistem ini
antara lain berkaitan dengan rekod kepegawaian, nasabah langganan, pasien dan
sejenisnya.
c. Sistem Subyek
Sistem ini mempunyai diterapkan pada rekod
korespondensi (surat dan sejenisnya), kegiatan lain seperti penelitian, rekod
kasus dan sebagainya. Dibandingkan dengan sistem lainnya, sistem subyek ini
paling sulit. Karena untuk melaksanakannya diperlukan bukan saja ketrampilan di
bidang penataan berkas tetapi juag kemampuan menganalisis serta memahami tugas
dan fungsi organisasi. Walaupun berdasarkan sistem subyek pedoman penataannya
adalah masalah yang terkandung dalam rekod, namun dalam pengaturan foldernya
dapat dgabungkan dengan sistem lainnya, bargantung kepada indeks yang digunakan
(abjad, subyek atau angka). Dalam praktek penataan berkas senantiasa akan
terjadi penggabungan antara sistem yang satu dengan yang lainnya.
d. Kombinasi
Sistem dapat dikombinasikan antara abjad, nomer yang
dapat menunjukkan subyek atau lainnya.
Persyaratan untuk sistem pemberkasan rekod
¨
Sistem
harus sederhana untuk mengurangi tingkat kesalahan dan memfasilitasi
penggunaannya untuk semua pegawai. Seharusnya dirancang untuk kebutuhan normal
organisasi dan tidak untuk atau kemungkinan perkecualian.
¨ Berkas harus
mengandung informasi yang berhubungan dengan kegiatan dan fungsi yang mana
didokumentasikan.
¨
Sistem harus mempunyai struktur numerik atau
alfanumerik, yang setiap unsurnya sama dengan fungsi judul berkas maksimum 4
unsur. Jenis berkas seperti yang sudah dijelaskan di atas, yaitu abjad,
numerik, alfanumrik dan kata kunci. Sistem yang umum digunakan adalah
alfanumerik.
¨
Kesesuaian
: sistem harus memenuhi kebutuhan pengguna/departemen
¨
Pemeliharaan
yang baik: adanya system yang membantuk untuk mencari; cukup aman; kebijakan
tentang penyiangan yang jelas; control rekod yang sesuai pada penciptaan dan
penambahan pemberkasan; penyimpanan yang aman dan cukup untuk bahan arsip.
¨
Dapat
mengadaptasi : system harus fleksibel dan cukup dalam memenuhi kebutuhan
organisasi.
¨
Aksesibilitas
: system harus memungkinkan pengguna untuk mengklasifikasi rekod dan dapat
mencarinya tanpa ada gangguan.
¨
Akuntabilitas
: harus mencakup mekanisme audit sehingga menjaga kegagalan praktek dan
prosedur .
Sistem pemberkasan dapat gagal
untuk mengoperasikan secara efektif dengan alasan seperti : beban terlalu
berat; tidak adanya rujukan silang; koresponden yang usang; tidak adanya system
untuk penemuan kembali; ketidak sesuaian perlengkapan; lamanya waktu penemuan
kembali, berkas yang menumpuk dan semuanya harus ada pendekatan untuk merevisi
dan menyimpan.
Klasifikasi
Pengertian
klasifikasi (Standar Australia)’.... proses merencanakan dan menerapkan skema
berdasarkan kegiatan bisnis yang menghasilkan rekod, dimana mereka
dikelompokkan dalam cara yang sistematis dan konsisten untuk memudahkan
penangkapan, temu balik, pemeliharaan dan pemusnahan. Klasifikasi termasuk
memutuskan konvensi dokumen dan penamaan berkas, ijin pengguna dan batas keamanan
rekod.
Salah
satu fungsi dari manajemen rekod adalah memilih secara tepat sistem klasifikasi
sehingga rekod dapat secara cepat, tepat dan cepat ditemukan kembali, rekod
dalam keadaan lengkap dan utuh, rekod merupakan satu kesatuan informasi.
Sebagai endapan informasi pelaksanaan kegiatan administrasi, rekod harus
diklasifikasikan berdasarkan fungsi atau kompetensi unit kerja dalam struktur
organisasi institusi, sehingga unit informasi yang terbentuk dapat ditetapkan
jangka simpan (retensi) dan nilai guna informasinya. Dengan demikian sistem
klasifikasi rekod pada prinsipnya mengacu pada pengertian memilah-milah rekod
berdasarkan pada pertimbangan tentang bagaimana suatu rekod akan digunakan
sebagai referensi atau akan ditemukan kembali (Wallace, 1992:513).
Klasifikasi
adalah proses dimana rekod organisasi/lembaga dikategorikan atau dikelompokkan
ke dalam unit penemuan rekod (Kennedy, Jay, 1998:..). ICA mendefinisikan sebagai penyiapan dari
rencana pemberkasan atau sistem pemberkasan atau skema klasifikasi untuk rekod
dan penempatan series rekod (rekod sebagai satu kesatuan informasi) dan atau
item dalam suatu skema. Sedangkan Patricia Wallace (1992) menyebut dengan istilah Records
Classification System (sistem klasifikasi arsip dinamis), ia menyebut juga tiga
dasar sistem klasifikasi: alfabetik (penyimpanan rekod berdasarkan urutan huruf
abjad) dibedakan menjadi nama, subyek, geografi; numerik (penyimpanan rekod
berdasarkan urutan nomor) dibedakan menjadi nomor berurutan, middle-digit,
terminal-digit, desimal; alpha numerik (penyimpanan rekod berdasarkan kode
huruf dan nomor). Dalam masing-masing sistem klasifikasi ini arsip kemudian
diberkaskan secara kronolgis.
Klasifikasi
diperlukan dalam rangka pemberkasan rekod (records filing). Pemberkasan
merupakan penempatan yang sesungguhnya rekod yang berkaitan dalam suatu wadah
penyimpanan (storage container atau folder/file), dengan tujuan agar mudah
ditemukan saat hendak digunakan (Johnson, 1974:14). Klasifikasi adalah proses
merencanakan dan menerapkan skema berdasarkan kegiatan bisnis yang menghasilkan
rekod, di mana rekod dikelompokkan menurut cara yang sistematis dan konsisten
untuk memudahkan penangkapan, temu balik, pemeliharaan dan pemusnahan.
(Lebih rinci
pelajari pada bahan yang sudah difotokopi).
Fungsi tempat penyimpanan arsip aktif dan in-aktif.
Keputusan dalam memindahkan arsip akan membantu,
pertama, untuk mengurangi biaya
peralatan karena arsip yang tidak aktif dapat disimpan di tempat yang tidak
terlalu mahal. Kedua, lemari
atau rak penyimpanan yang pernah digunakan melalui pemindahan berkas dapat
menyediakan ruang tambahan untuk berkas aktif yang baru. Terakhir, efisiensi
dari tempat penyimpanan dan pencarian berkas yang aktif dapat dikembangkan
karena kepadatan berkas telah dikurangi; dan ruang dalam laci, lemari, rak atau
tempat penyimpanan secara komputerisasi akan bertambah.
Pemindahan arsip dilakukan menurut jadwal
penyimpanan atau berdasarkan tanggal arsipnya. Beberapa alasan berikut juga
mengapa pemindahan arsip dilakukan :
- tidak ada lagi ruang yang tersedia untuk penyimpanan arsip aktif
- menimbulkan biaya lebih, karena peralatan penyimpanan dan ruang kantor tambahan meningkat dan dikurangi biayanya dari penyimpanan terdekat atau penyimpanan offsite menjadi alternatif yang menarik.
- arsip yang disimpan tidak lagi diminta dan karena itu siap untuk dipindahkan
- beban kerja telah berkurang, dan waktu tersedia untuk kegiatan pemindahan arsip
- kasus atau proyek arsip telah mencapai waktu akhir(kontrak telah kadaluwarsa, kasus hukum diselesaikan dan ditutup)
- membentuk kebijakan organisasi yang mengharuskan setiap divisi untuk memindahkan arsip pada waktu yang ditetapkan.
Organisasi atau unit kearsipan pencipta dan penyimpan arsip dalam lembaga.
1. Arsip aktif : Central File atau Unit Kerja – Unit Pengolah
Rekod organisasi sebanyak 25 % umumnya
dikategorikan aktif yaitu rekod yang digunakan administrasi sehari-hari oleh
organisasi. Arsip aktif menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh manajer
untuk melakukan kegiatan operasional terkini.
Berhubung
rekod aktif adalah bagian yang vital dalam fungsi pembuatan keputusan, maka
rekod harus tersedia bagi manajer setiap saat ketika dibutuhkan. Kecepatan
pelayanan untuk rekod jenis ini adalah sangat perlu. Penelusuran difasilitasi
dengan menyimpan rekod aktif yang dekat dengan orang yang membutuhkannya.
Pilihan sistem penyimpanan rekod aktif bisa secara terpusat atau perbagian
(sentralisasi dan desentralisasi).
1.1. Sistem penyimpanan sentralisasi
Penyimpanan rekod secara sentralisasi
yaitu menyediakan tempat untuk semua rekod aktif dalam satu lokasi dalam
institusi. Semua rekod yang dibutuhkan perlu disimpan di wilayah sentral atau
pusat dan setiap departemen harus menyimpannya di lokasi tersebut. Sentralisasi
umumnya cocok untuk organisasi yang kecil, organisasi yang besar tidak efisien
karena menyebabkan ketidak nyamanan bagi departemen. Sentralisasi memberikan
pendekatan yang seragam pada sistem rekod, karena semua rekod disimpan dan
diatur dengan sistem yang sama dan dicari dengan prosedur yang sama. Oleh
karena itu keuntungan sentralisasi menguntungkan dalam hal :
¨ Menyediakan prosedur yang konsisten
¨ Identifikasi tanggungjawab dan
akuntabilitas
¨ Menyimpan rekod yang berkaitan bersama
¨ Training sataf baru
¨ Memberikan layanan yang sama untuk semua
departemen
¨ Meminimalkan duplikasi rekod
¨ Memberikan penggunaan ruang, peralatan dan
tenaga yang lebih baik
¨ Memberikan peningkatan keamanan rekod
¨ Memberikan satu penelusuran.
1. 2. Sistem penyimpanan desentralisasi
Sistem desentralisasi adalah satu dalam
setiap departemen atau unit ada tempat penyimpanan dalam lokasi tersebut.
Umumnya manajer rekod menyukai sistem ini, karena memberikan kemudahan dalam
pengawasan rekod dan rekod miliknya dapat diakses setiap saat. Keteraksesan dan
kontrol rekod harus seimbang untuk menghindari setiap departemen yang tidak
mempunyai wewenang untuk mengakses. Masalah yang muncul dengan sistem ini
adalah :
¨ Setiap departemen mempunyai sistem
sendiri; maka tidak adanya sistem seragam dalam sistem tata kearsipannya
¨ Setiap departemen menyimpan rekodnya
sendiri ; sehingga rekod yang berkaitan tidak disimpan bersama
¨ Beberapa departemen kemungkinan akan
menyimpan rekod yang sama; yang akan menyebabkan duplikasi rekod
¨ Departemen mungkin akan menggunakan
peralatan duplikat atau memelihara peralatan yang tidak berguna; maka
penggunaan peralatan tidak realistik
¨ Setiap departemen cenderung menyimpan
rekod dalam format yang berbeda, maka keamanan rekod tidak mencukupi atau mudah
rusak.
Memang bila informasi yang harus segera dibutuhkan
maka sistem ini sesuai, karena setiap departemen dapat mengawasi rekodnya
secara langsung.
1.3. Sistem penyimpanan arsip secara kombinasi atau gabungan
Sistem kombinasi memberikan departemen untuk
menyediakan rekodnya sendiri dibawah kontrol sistem yang terpusat (sentral).
Keuntungan pengawasan atau kontrol secara terpusat adalah sistem penyimpanan
dan penelusuran seragam; meminimalkan berkas yang tidak teratur dan kehilangan
rekod; meminimalkan duplikasi rekod; menyediakan pembelian terpusat yang dapat
mencapai efisiensi dan efektifitas biaya serta menyediakan perpindahan rekod
dalam rangka program jadwal pemusnahan dan memberikan lebih baik dalam struktur
manajemen.
2. Arsip inaktif : records center : pusat
rekod-unit kearsipan
Penyimpanan rekod merujuk pada memberikan ‘rumah’ rekod ketika sudah semi
aktif atau inaktif, tetapi rekod
tersebut masih disimpan. Rekod ini sudah jarang digunakan tetapi masih disimpan
untuk keperluan rujukan, untuk keperluan audit, atau untuk keperluan hukum atau
alas an kearsipan lebih murah bila disimpan diluar area perkantoran. Untuk
alasan ekonomi inilah pusat rekod dirancang dan dibangun. Tujuan merancang dan
mengoperasaikan pusat rekod adalah :
1.
untuk mencapai ekonomis dan efisien dalam penyimpanan,
penelusuran dan pemusnahan rekod inaktif;
2.
untuk keamanan dari baik pada akses yang tidak
berwenang, maupun untuk penghancuran rekod ini dalam rangka tanggungjawab pada
pengguna atau pelanggan;
3.
melindungi penyimpanan rekod dari resiko bencana alam
seperti kebakaran, kebanjiran dan gempa bumi.
Keuntungan
ekonomi menyimpan rekod inaktif di tempat lain dibandingkan di area kantor.
Bisa dibayangkan biaya atau harga per meter persegi lantai di kota
lebih mahal dibandingkan di desa atau tempat yang agak jauh dari kota, akan tetap lebih
mahal dibandingkan gudang itu sendiri. Pusat rekod secara khusus dirancang yang
merupakan jenis tempat penyimpanan rekod inaktif yang memberikan keamanan,
ekonomis dan kepadatan yang tinggi, tetapi dengan alasan untuk legal dan alasan
administrasi. Pengaturan dan operasional secara benar, pusat rekod adalah
komponen penting dalam program manajemen rekod dan sumber kritis untuk biaya
penyimpanan rekod inaktif dari siklus hidup informasi. Oleh karena itu, pusat
rekod dapat memberikan penghematan biaya dalam peralatan dan ruangan, yaitu :
1.
Ruang pusat rekod
digunakan lebih baik – lebih dari lima
kali lipat rekod disimpan per meter perseginya sama dengan ruang kantor dengan
menggunakan peralatan lemari yang padat (compact-seperti roll opac).
2.
Ruang pusat rekod yang jauh dari kota harganya lebih murah – dalam hitungan
rata-rata menghemat kurang lebih 750-1500 persen.
3.
Biaya untuk petugas lebih murah di luar kota
4.
Menghemat biaya perlatan karena pusat rekod menggunakan
peralatan yang compact dibandingkan peralatan biasa yang digunakan di kantor,
penghematan ini kira-kiran 25 persen.
Yang
perlu dicatat bahwa, walaupun secara tradisional kita membangun pusat rekod
untuk kepentingan ekonomis, pusat rekod diperlukan sebagai pusat rujukan atau
pusat layanan rekod untuk institusi yang bersangkutan. Artinya, manajer rekod
akan mengembangkan pusat rekod bila ada jaminan bahwa memang mengurang biaya
perawatan ruang dan peralatan penyimpanan, rekod yang disimpan aman dari
pencurian atau akses yang tidak berwenang, dan tidak hilang. Walaupun program
penyimpanan rekod adalah bagian dari tahap akhir dari siklus hidup rekod, maka
program ini tetap harus direncanakan pada saat melakukan survei rekod. Karena
survei rekod mulai mendapatkan informasi tentang sistem pemberkasan yang
membingungkan, barangkali ketidak sesuaian penggunaan perangkat lunak, tidak
adanya prosedur ’back-up’ perlindungan, mungkin juga tidak efisiennya peralatan
pemberkasan.
Program
penyimpanan rekod seharusnya dapat menangani semua jenis media rekod,
menyediakan tempat yang sesuai untuk semua jenis media rekod, memungkinkan
keamanan yang lengkap, dan menyediakan untuk layanan rujukan yang lengkap.
Disisi lain kita memiliki kekurangan, bahwa tidak tersedianya dana yang
memamdai, ruang terbatas, tenaga, peralatan bahkan ahli dalam bidang ini
menjadi hambatan untuk membuat pusat penyimpanan rekod. Tetapi janganlah
kekurangan ini jangan dijadikan alasan bahwa kita tidak dapat membangun pusat
penyimpanan rekod. Manajer rekod harus segera memulainya walaupun masih jauh
dari sempurna.
Pusat rekod yang dimaksud dalam konteks di
negara kita dapat disamakan adalah unit kearsipan. Sesuai dengan penjelasan
dalam pasal 3 PP No. 34 tahun 1979 tentang Penyusutan Arsip) yang dimaksud
dengan unit kearsipan adalah unit yang bertugas mengarahkan dan mengendalikan
arsip inaktif yang berasal dari unit-unit pengolah (satuan kerja). Hal ini juga
dijelaskan oleh pasal 17 UU No.8 tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan) bahwa
yang dimaksud dengan Unit Kearsipan adalah satuan kerja yang mempunyai tugas dan
tanggung jawab mengelola dokumen perusahaan yang sudah diselesaikan oleh unit
pengolah untuk disimpan dan dipelihara.
Apapun yang didefinisikan tentang pusat
penyimpanan rekod, dalam mengembangkannya, ada 4 (empat) faktor yang harus
ditentukan seprti dibawah ini:
1. Apa yang akan disimpan?
§ Media rekod
§ Tingkat kerahasiaan rekod
§ Jumlah rekod
2. Bagaimana menyimpannya?
§ Lingkungan penyimpanan khusus, kelembaban,
suhu atau temperatur ruangan
§ Ekstra keamanan
3. Tingkat layanan apa yang akan disediakan?
4. Dimana akan disimpan?
§ Tujuan membangun pusat rekod
§ Apakah arsip
§ Penyimpanan komersial?
§ Lantai dasar?
3. Jenis pusat rekod
3.1. Pusat rekod on-site
Pusat rekod yang umum ada di dalam gedung yang
sama di institusi tersebut, lokasi biasanya di lantai dasar gedung. Ruang pusat
rekod di lantai dasar banyaknya rekod tidak menjadi halangan, hanya saja
memiliki kerugian bila ada banjir. Sehingga pusat rekod seperti ini harus
difikirkan perlindungan terhadap bahaya kebakaran, banjir, keamanan dan
pencahayaan.
3.2. Pusat rekod off-site
Lokasi pusat rekod diluar gedung tetapi dibawah
operasional lembaga tersebut. Biasanya pusat rekod jenis ini digunakan oleh
institusi yang sangat besar, dimana bila menyimpan rekod di gedungnya
membutuhkan ruang yang sangat besar dan biaya sewa gedung sangat mahal. Faktor
yang harus diperhatikan adalah faktor keamanan dan keteraksesannya.
3.3. Jasa pusat rekod komersial
Komersial pusat rekod biasanya penitipan penyimpanan rekod in-aktif
organisasi dengan biaya yang cukup mahal, karena organisasi perlu membayar
titipan dan layanan jasa yang dilakukan oleh pusat rekod tersebut. Jasa ini
juga digunakan bila organisasi tidak memiliki ruangan untuk menyimpan rekod
inaktif.
Pusat rekod untuk menyimpan rekod inaktif
karena dari proses penjadwalan atau penyusutan untuk dilakukan pemindahan.
Pemindahan rekod inaktif dari unit kerja digunakan daftar rekod yang
dipindahkan dilampirkan berita acaranya.
Pusat rekod komersial kemungkinan bersaing
dengan off-site pusat rekod, tetapi
tetap pertimbangannya adalah bahwa kebanyakan organisasi kekurangan penyediaan
keamanan, dan faktor ekonomi untuk pengaturan rekod inaktif serta bila
dibandingkan membeli fasilitas, pembelian rak dan pemeliharaan peralatan, jasa
pusat rekod komersial lebih murah dan nyaman. Jasa pusat rekod akan memberikan
beban biaya kepada organisasi tergantung kepada jasa layanan yang diminta. Jasa
layanan yang dapat diberikan oleh pusat rekod komersial adalah :
¨ Pengantaran dan pengambilan rekod
¨ Memasukkan data ke dalam database
¨ Pencarian rekod
¨ Pengantaran rekod yang diperlukan
¨ Fotocopi
¨ Scan, fax dlsb
¨ Pemusnahan rekod
¨ Pembuatan laporan secara periodik.
Hal-hal yang harus
diperhatikan dalam penyimpanan rekod
Apa
yang akan disimpan di pusat rekod?
Keputusan yang harus diambil adalah
menyangkut rekod apa yang akan diterima di pusat rekod. Seperti pertanyaan
kertas tetapi bukan buku? Gambar teknik buka foto? Pita magnetik bukan disket?
Setiap bahan atau media tersebut mempunyai kebutuhan kemasan, lingkungan
penyimpanan atau peralatan untuk pemeliharaannya. Apakah semua ini bisa
diperoleh, dipelihara dan dijalankan? Apakah tingkat kerahasiaannya dapat
dijamin? Apakah mungkin anggarannya mencukupi untuk membayar staf keamanan?
Dari hasil survei rekod akan terlihat jumlah perkiraan rekod inaktif per tahun
dan dalam media apa saja.
Bagaimana
rekod harus disimpan?
Sebagian
besar rekod non kertas sangat membutuhkan lingkungan yang terkontrol untuk
penyimpanan jangka panjang. Sementara itu banyak juga rekod yang harus segera
dimusnahkan, lainnya mungkin akan dipindahkan ke arsip nasional sebagai arsip
statis, sehingga kondisi lingkungan di tempat penyimpanan harus disesuaikan
dengan media rekodnya. Anda harus mengetahui beberapa kondisi ruang tempat
penyimpanan yang dibutuhkan pada saat ini (kemungkinan saja bis berubah).
- Kertas harus disimpan dalam temperatur lingkungan antara 13-18 derajat celcius, dengan tingkat kelembabab ruan antara 55-65%;
- Mikrofilm harus disimpan dengan kondisi temperatur ruang penyimpanan antara 15-20 derajat celcius dan kelembabannya 20-40 %. Juga harus bersih dari debu dan gas yang dikeluarkan oleh lemari arsip kabinet dan juga gas diazo dari film duplikat;
- Slide berwarna membutuhkan ruang yang gelap, dengan temperatur 18 derajat celcius dan kelembaban antara 30-35%;
- Pita magnetik dan disk membutuhkan ruang stabil dengan temperatur 20 derajat celcius dan kelembaban 50% serta bebas debu.
Dengan demikian ruangan terpisah dalam
pusat rekod harus mempunyai kondisi lingkungan yang berbeda karena menyimpan
media berbeda, anda harus menghindari penyimpanan rekod dalam ruang yang sama
untuk media rekod yang berbeda. Masalah lain yang juga harus diperhatikan
adalah tentang keamanan rekod. Pengguna sangat mengharapkan bahwa rahasia atau
tidak, rekodnya yang akan disimpan, mereka ingin rekod yang disimpannya aman
dari bahaya api, banjir, rusak bahkan hilang.
Tingkat
layanan apa yang diberikan oleh pusat rekod?
Sebuah fasilitas penyimpanan dapat dengan
mudah mengontrol lingkungan dan keamanan gedung, yang mana departemen atau
organisasi ’dialloted” dalam ruang
tertentu. Ruang ini dibagi dalam, dan setiap departemen menangani areanya
sendiri. Departemen mengirim petugasnya untuk menyimpan, mencari dan memelihara
rekodnya. Manajer rekod tidak melakukan apapun
selain memelihara lingkungan dan keamanan gedung. Keuntungan seperti ini
adalah sangat murah, hampir membutuhkan staf administrasi. Kerugiannya adalah
sementara menyediakan penyimpanan fisik, tidak efisien penggunaan ruang, dan
manajer tidak, dalam kata lain, memberikan bantuan ke manajemen rekod. Tetapi,
bagaimanapun memberikan lebih langsung mengawasi dibanding jika departemen
tidak memiliki pusat rekod, atau secara individu kontrak dengan komersial
fasilitas pusat rekod.
Sebagian pemilihan pusat rekod akan
memberikan rujukan informasi penuh dan layanan penyimpanan. Dalam hal ini,
fasilitas tertentu adalah aman dan dijalankan secara penuh oleh staf manajemen
rekod. Pengiriman, penerimaan, penyimpanan, perlindungan, penghancuran, dan
pemindahan semuanya dilakukan oleh staf manajemen rekod. Satu departemen
rujukan penuh akan menelusur berkas, dokumen atau tape atas permintaan; atau
akan menelusur informasi di disk atau tape atau membuat laporan.
Keuntungan dari sini, adalah keamanan
yang tinggi untuk informasi, dan mengelolanya sebagai sumber, lebih tinggi
untuk mengeksploitasinya, untuk keuntungan organisasi. Kerugiannya adalah,
kebutuhan yang besar staf berkualitas, kendaraan, perangkat keras dan perangkat
lunak komputer, adalah mahal.
Pusat rekod dapat dilakukan oleh
institusi, pemerintah atau organisasi lain untuk penggunaan sendiri. Seperti,
pusat rekod in-house adalah sangat
penting dalam komponen program manajemen rekod, maka organisasi juga terkadang
melakukan pembayaran dengan kontrak pusat rekod komersial yang memberikan harga
untuk penyimpanan rekodnya. Beberapa organisasi menggunakan penyedia jasa
komersial sebagai tambahan pusat rekodnya khusus untuk jenis rekod atau khusus
untuk wilayah tertentu. Ada tiga pilihan untuk pusat rekod yaitu: pusat rekod
on-site (dalam gedung); fasilitas off-site (diluar gedung) yang dikelola oleh
organisasi dan pusat rekod komersial.
Beberapa kriteria yang menjadi dasar
tingkat layanan karena adanya kebutuhan dan kemampuan organisasi, yaitu:
- Kebutuhan informasi pengguna, apakah rekod masih dibutuhkan sebagai informasi secara reguler atau memang informasi masih digunakan atau memang berguna dan lainnya. Hal ini harus ditanyakan ke departemen apakah masih dibutuhkan?
- Keuntungan ’sharing’ informasi, dalam survei rekod, manajer rekod akan mengetahui departemen atau bagian mana yang akan mempunyai rekod duplikat.
- Biaya, layanan penyimpanan pusat rekod harus jelas menguntungkan pengguna
- Ketersediaan staf yang berkualitas, dibutuhkan staf yang berkualitas.
Dimana
akan disimpan?
Untuk menentukan dimana rekod akan disimpan,
manajer rekod dalam memilih harus mempertimbangkan hal-hal berikut, dibawah
ini:
- Media – apakah tempat penyimpanan dapat menerima semua jenis media rekod?
- Jumlah – adalah hal yang lebih penting mudah untuk tempat yang besar untuk menyimpan semua rekod?
- Keamanan – apakah keamanan lebih penting dibanding yang lain?
- Lingkungan – atau lingkungan yang sesuai , untuk memungkinkan kelangsungan hidup rekod, lebih penting?
- Layanan- akhirnya, kualitas dan jumlah layanan rujukan menjadi perhatian primer.